|
CUCAK ROWO (CUCAK RAWA)
Burung Cucak Rowo (Cucak Rawa)
Karakter dan sifat burung Cucak Rowo,
cara memilih
burung Cucak Rowo,
cara
merawat burung Cucak Rowo, cara memaster burung
Cucak Rowo, tips seputar burung Cucak Rowo.
TIPS PANDUAN BURUNG CUCAK
ROWO (CUCAK RAWA)
Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan
Harian, Perawatan Pra Lomba,
Perawatan Pasca Lomba dan
Perawatan Mabung untuk
Burung Cucak Rowo / Cucak
Rawa
Berdasarkan Riset SMART
MASTERING -
WWW.SMARTMASTERING.COM
Burung Cucak
Rowo (Burung Cucak Rawa) merupakan burung yang
mempunyai tempat tersendiri di hati
penggemarnya. Ketenarannya tidak pernah
pudar. Bagi sebagian masyarakat Indonesia,
memelihara burung ini menyangkut status
sosial seseorang di dalam masyarakat.
Disamping dipelihara sebagai klangenan,
burung
Cucak Rowo
juga sering diturunkan di arena lomba.
Suaranya yang sangat keras dan lantang,
membuat taste tersendiri didalam menikmati
nyanyian burung Cucak Rowo.
Memelihara dan
merawat burung
Cucak Rowo sama dengan
merawat burung berkicau jenis lainnya.
Walaupun demikian, ada beberapa hal mendasar
yang tetap harus kita perhatikan.
KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK
ROWO
-
Semi
fighter. Burung Cucak Rowo bukanlah burung
petarung murni, daya tarung yang ada
pada burung ini cenderung akibat tingkat
birahi pada level tertentu yang akan
membuat burung ini menjaga daerah
teritorialnya.
-
Sulit
beradaptasi. Burung Cucak Rowo tidak
mudah beradaptasi terhadap lingkungan
yang baru. Disamping itu, burung ini
mudah kaget apabila di sekitarnya ada
sesuatu yang mengganggu ketenangannya.
-
Memiliki
tingkat stress yang tinggi. Dalam
kondisi tertentu, burung ini mudah panik
dan stress apabila merasa terancam.
-
Mudah
jinak. Dalam waktu tertentu dan
perlakuan serta perawatan yang baik,
burung ini mudah menjadi jinak kepada
pemiliknya.
PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK
ROWO YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK ROWO YANG
BAIK DARI KATURANGGAN)
Ada beberapa
hal penting yang harus diperhatikan dalam
pemilihan bahan atau bakalan pada burung
Cucak Rowo.
-
Postur
badan.
Pilihlah bahan yang berpostur besar
memanjang dengan panjang leher, badan
dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan
memilih bahan yang berleher, berbadan
pendek dan berpostur tubuh kecil.
-
Bentuk
paruh,
sebaiknya pilih bentuk paruh yang
berpangkal lebar, tebal, besar dan
panjang. Paruh bagian bawah harus lurus.
Jangan memilih bahan yang memiliki paruh
bengkok. Posisi lubang hidung pilih
sedekat mungkin dengan posisi mata.
-
Sayap
mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat,
ini menandakan bahan tersebut
sehat. Warna kaki tidak berpengaruh
terhadap mental burung.
-
Lincah dan
bernafsu makan besar.
Ini merupakan ciri-ciri bahan yang
bermental baik.
-
Rajin
bunyi,
ini menandakan burung tersebut memiliki
prospek yang cerah.
-
Leher
panjang padat berisi.
Menandakan burung ini akan mengeluarkan
power suara secara maksimal.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK
BURUNG CUCAK ROWO
-
Voer
(sebaiknya pilih yang berkadar protein
sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer
yang berharga mahal akan cocok dengan
sistem
metabolisme
setiap burung Cucak Rowo. Voer diberikan
sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya.
Selalu ganti dengan Voer yang baru
setiap dua hari sekali.
-
Buah Segar,
burung Cucak Rowo sangat menyukai buah Pepaya,
Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan
beberapa buah lainnya. Sebaiknya
perbanyak pemberian buah Pepaya, karena
buah Pepaya mengandung
Vitamin C
yang tinggi sehingga membantu
meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping
itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna
dan sangat cocok dengan sistem
metabolisme
rata-rata burung pemakan buah.
-
EF (Extra
Fooding),
pakan tambahan yang sangat baik yaitu:
Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat
Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang
dan lainnya. Pemberian EF harus selalu
disesuaikan dengan karakter pada
masing-masing burung dan juga harus
mengetahui dengan pasti dampak klausal
dari pemberian EF tersebut.
PERAWATAN DAN STELAN HARIAN
BURUNG CUCAK ROWO
Perawatan
harian untuk burung
Cucak Rowo relatif sama
dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci
keberhasilan perawatan harian yaitu rutin
dan konsisten.
Berikut ini
Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian
untuk burung Cucak Rowo:
-
Jam 07.00
burung diangin-anginkan di teras. Jam
07.30 burung dimandikan (karamba mandi
atau semprot, tergantung pada kebiasaan
masing-masing burung).
-
Bersihkan
kandang harian. Ganti atau tambahkan
Voer, Air Minum dan buah segar.
-
Berikan
Jangkrik 5 ekor pada cepuk EF. Jangan
pernah memberikan Jangkrik secara
langsung pada burung.
-
Penjemuran
dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari
mulai pukul 08.00-11.00. Selama
penjemuran, sebaiknya burung tidak
melihat burung sejenis.
-
Setelah
dijemur, angin-anginkan kembali burung
tersebut diteras selama 10 menit, lalu
sangkar dikerodong.
-
Siang hari
sampai sore (jam 10.00-15.00) burung
dapat di Master dengan suara Master atau
burung-burung Master.
-
Jam 15.30
burung diangin-anginkan kembali diteras,
boleh dimandikan bila perlu.
-
Berikan
Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF.
-
Jam 18.00
burung kembali dikerodong dan di
perdengarkan suara Master selama masa
istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
-
Kroto segar
diberikan 1 sendok teh maksimal 2x
seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi
dan hari Kamis pagi.
-
Buah Segar
diberikan rutin setiap hari, dengan
format: Hari Senin sampai hari Kamis
berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan
hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau
buah lainnya.
-
Pengumbaran
di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam
perhari selama 4 hari dalam seminggu.
-
Berikan
Multivitamin yang dicampur pada air
minum seminggu sekali saja.
-
Berikan
buah pisang yang yang telah diolesi Madu
setiap hari Sabtu.
PENANGANAN APABILA BURUNG
CUCAK ROWO OVER BIRAHI
-
Pangkas
porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore.
-
Bisa
diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari
berturut-turut.
-
Frekuensi
mandi dibuat lebih sering, misalnya
pagi-siang dan sore.
-
Lamanya
penjemuran dikurangi menjadi 30
menit/hari saja.
PENANGANAN APABILA BURUNG
CUCAK ROWO KONDISINYA DROP
-
Tingkatkan
porsi pemberian Jangkrik menjadi 8 pagi
dan 4 sore.
-
Tingkatkan
porsi pemberian Kroto menjadi 3x
seminggu.
-
Mandi
dibuat 2 hari sekali saja.
-
Burung
segera diisolasi, jangan melihat dan
mendengar burung Cucak Rowo lain dahulu.
-
Lamanya
penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG
CUCAK ROWO UNTUK LOMBA
Perawatan lomba
untuk burung
Cucak Rowo
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan
perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada
tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cucak
Rowo agar
mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan
memiliki stamina yang stabil.
Kunci
keberhasilan
perawatan lomba untuk burung Cucak Rowo
yaitu mengenal
baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini
Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung
Cucak Rowo:
-
H-3 sebelum
lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 8
ekor pagi dan 4 ekor sore.
-
H-2 sebelum
lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal
30 menit saja.
-
1 Jam
sebelum di gantang lomba, berikan
Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20
ekor.
-
Apabila
burung akan turun lomba kembali, berikan
Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
-
Jangan
memandikan burung pada saat di lapangan,
karena dapat membuat birahi burung
tersebut menjadi sangat tidak stabil.
-
Berikan
kesempatan pada burung untuk beradaptasi
sebentar pada suasana lapangan, agar
burung tidak kaget.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG
CUCAK ROWO PASCA LOMBA
Perawatan pasca
lomba sebenarnya berfungsi memulihkan
stamina dan mengembalikan kondisi fisik
burung.
Berikut ini
Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk
burung Cucak Rowo:
-
Porsi EF
dikembalikan ke Stelan Harian.
-
Berikan
Multivitamin pada air minum pada H+1
setelah Lomba.
-
Sampai H+3
setelah Lomba, penjemuran maksimal 30
menit saja.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG
CUCAK ROWO MABUNG
Mabung (Moulting)
atau
rontok bulu
merupakan siklus alamiah pada keluarga
burung.
Perawatan burung
Cucak Rowo
pada masa
mabung
adalah menjadi hal yang sangat penting,
karena apabila perawatan yang salah pada
masa ini akan membuat burung cucak Rowo
menjadi rusak.
Pada masa
mabung,
metabolisme
tubuh burung
Cucak Rowo
meningkat hampir 40% dari kondisi normal.
Oleh karena itu, burung Cucak Rowo butuh
asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan
porsi lebih besar dari kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan
burung sejenis, karena akan membuat proses
mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini
adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh
burung. Proses mabung juga berhubungan
dengan hormon reproduksi.
Berikut ini
Pola Perawatan Masa Mabung untuk
burung Cucak Rowo:
-
Tempatkan
burung di tempat yang sepi, jauh dari
lalu lintas manusia. Sebaiknya burung
lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
-
Mandi cukup
1x seminggu saja dan jemur maksimal 30
menit/hari.
-
Pemberian
porsi EF diberikan lebih banyak karena
sangat diperlukan untuk
pembentukan sel-sel baru dan untuk
pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan
Jangkrik dibuat 10 ekor pagi dan 6 ekor
sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi
dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
-
Berikan
Multivitamin yang berkualitas yang
dicampur di air minum 2x seminggu.
-
Perbanyak
pemberian buah pepaya, karena buah
pepaya sangat mudah dicerna sehingga
melancarkan proses metabolisme tubuh
burung. Disamping itu buah Pepaya banyak
mengandung banyak vitamin C yang akan
membantu meningkatkan daya tahan tubuh
burung.
-
Lakukan
pemasteran. Masa mabung membuat burung
lebih banyak pada kondisi diam dan
mendengar. Inilah saat yang tepat untuk
mengisi variasi suara sesuai dengan yang
kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan
tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara
burung dengan suara burung master.
SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK
BURUNG CUCAK ROWO
Irama lagu
yang dimiliki burung Cucak Rowo memegang peranan yang sangat penting di
dalam
penilaian lomba burung
Cucak Rowo. Karena
kembali kepada
filosofi burung berkicau,
daya tarik utama dari burung berkicau adalah
kemampuan berkicaunya (irama lagu).
Memilih
suara-suara master untuk burung
Cucak Rowo
janganlah terfokus hanya memilih suara-suara
master yang kedengarannya unik dan bagus.
Ada beberapa
hal yang harus kita perhatikan;
-
Kesesuaian irama lagu dan frekuensi
antara
suara master dengan
burung
andalan kita. Ketidaksesuaian suara
master dengan burung akan menyebabkan
lagu yang fals dan tidak enak didengar.
-
Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya
tonjolan dan tembakan yang sedang
digandrungi pada saat ini adalah
tonjolan dengan speed rapat divariasikan
dengan irama lagu yang ngeroll.
-
Variasi irama lagu yang mewah.
Yang dimaksud irama lagu yang mewah
disini bukanlah suara tonjolan yang
keras, tetapi kita harus bisa memilih
suara-suara master yang memiliki variasi
speed yang selaras dan irama lagu yang
memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat
banyak metode dan cara-cara yang dapat
dilakukan di dalam proses
pemasteran burung berkicau.
Dan juga banyak sekali berkembang
mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya
dilapangan.
Salah satu
mitos aneh yang berkembang, yaitu burung
yang akan di master harus melihat burung
masternya, agar burung yang di master dapat
menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut
burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu
proses pemasteran burung berkicau harus
menunggu burung dalam keadaan ganti bulu
atau mabung.
Sebenarnya;
Pemasteran
dapat kita lakukan tidak harus menunggu
burung berkicau
dalam keadaan
mabung
atau berganti bulu. Burung berkicau dalam
keadaan normal, bahkan dalam keadaan top
form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung
harus menunggu masa burung mabung.
Alasannya
karena; Pada saat mabung, burung berkicau
cenderung untuk banyak diam dan sangat
jarang sekali berkicau. Burung yang banyak
diam pada masa mabung tersebut, cenderung
untuk lebih banyak menggunakan waktunya
untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang
ada disekelilingnya. Apabila suara yang
didengarnya sesuai dengan tipikal karakter
suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.
Kunci keberhasilan dalam
memaster burung Cucak Rowo adalah
memaster burung
dengan
suara-suara master (burung master)
yang
cocok dan sesuai
dengan karakter
dasar lagu burung
yang akan di master (burung maskot).
Satu lagi yang terpenting,
jangan lupa
untuk selalu memperdengarkan suara-suara
master tersebut secara berkala
(Feedback)
kepada burung Cucak Rowo tersebut. Supaya irama
lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi
rusak.
Banyak wacana dan opini keliru yang berkembang mengenai jenis-jenis
suara burung Cucak Rowo
ini, tetapi tidak satupun dapat dibuktikan secara ilmiah. Terutama
untuk
suara ropel
pada burung
Cucak Rowo.
Hal ini terbukti;
Anakan
dari hasil breeding pasangan burung Cucak Rowo yang bersuara
Ropel, belum tentu akan
bersuara Ropel seperti kedua indukannya.
Atau malah sebaliknya, dari indukan
yang ”engkel”
atau lebih dikenal dengan bersuara tunggal, belum tentu juga akan
menghasilkan anakan burung Cucak Rowo yang bersuara engkel. Hal ini
sudah sering dan banyak terjadi.
Fakta ini membuktikan
bahwa:
Suara Ropel yang dihasilkan oleh burung Cucak Rowo adalah dampak
dari proses pemasteran selama burung tersebut tumbuh besar.
Kedua indukan ropel akan mewarisi suara
ropel kepada anak-anaknya apabila pada saat anakan tersebut menetas
dan tumbuh besar, selalu mendengar
suara ropel dari kedua indukannya
tersebut.
Inilah pentingnya proses pemasteran bagi burung Cucak Rowo.
Burung Cucak Rowo memiliki tingkat IQ
yang standar, berbeda dengan burung-burung berkicau dari keluarga
Turdidae yang memang dikenal lebih cerdas. Tetapi dengan metode dan
tahapan-tahapan pemasteran yang tepat, proses pemasteran burung
Cucak Rowo sangat mudah dilakukan.
Perlu diingat, proses memaster sama dengan proses DOKTRIN. Sering
di dengarkan, maka akan direkam dan ditirukan. Sangat alamiah.
Mungkin akan timbul pertanyaan,
bagaimana, kapan dan pada usia berapa burung Cucak Rowo harus kita
master?
Hampir semua burung berkicau dapat di master dengan suara yang kita
inginkan, tetapi apabila proses memaster dari usia dini dan usia
muda, maka akan memperoleh hasil yang lebih optimal. Karena memori
burung pada usia dini masih kosong, sehingga sangatlah mudah untuk
men-doktrinnya. Akan tetapi kita juga dapat memaster dan merubah
suara dari burung yang telah berumur dewasa, tetapi dengan metode
dan tahapan-tahapan yang benar. Masalah waktu bukanlah suatu kendala
untuk suatu keberhasilan.
Akhirnya, inilah fakta yang membuat
semua wacana dan opini keliru yang berkembang tentang asal usul
suara ropel dapat ditepis dengan sangat mudah.

Apakah artikel ini menarik?
Mohon bantuannya untuk share
ke teman-teman Kicaumania lain di FACEBOOK
dengan meng-klik
Terima kasih.
Produk CD
Master Smart Mastering yang di rekomendasikan
untuk burung
Cucak Rawa (Cucak Rowo)
Artikel tentang Burung Berkicau
|