|
Apa saja kriteria dasar penilaian burung di
Lomba Burung Berkicau? Apa yang menjadi
prioritas dalam penilaian tersebut?
Penghobi Burung
yang mulai menapakkan kakinya di
Lapangan Lomba (Lomba Burung Berkicau), disamping
harus berkonsentrasi membentuk gacoannya
agar tampil bagus di lomba, sebaiknya juga
harus mengetahui apa
saja yang menjadi Kriteria Dasar
Penilaian Lomba Burung Berkicau.
|
|
|
Burung menjadi
rajin berkicau disebabkan oleh rangsangan
birahi yang dipengaruhi oleh hormon
testosteron, hormon estrogen dan
hormon progesterone yang ada di dalam
tubuh burung tersebut. Hormon ini
terbentuk dengan cepat akibat rangsangan
luar (jemur: sinar infra merah) dan
tingginya kadar protein makanan yang di
konsumsi. Dalam
dunia hobi burung berkicau, kita sangat
sering mendengar istilah "stelan".
|
|
|
Kualitas yang baik tidak muncul seketika
tanpa ada suatu usaha. Begitu juga di dunia
hobi Burung Berkicau. Ada beberapa aspek
penting yang harus selalu kita perhatikan
agar burung dapat menjadi Burung Jawara
berkelas yang berkualitas baik.
Disamping katuranggan burung yang baik,
faktor polesan juga berperan penting dalam
menghasilkan burung jawara yang berkualitas.
|
|
|
Seperti yang sudah kita ketahui bersama,
irama lagu memegang peranan yang sangat
penting di dalam penilaian burung berkicau.
Karena kembali kepada filosofi burung
berkicau, daya tarik utama dari burung
berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama
lagu).
Satu lagi yang
terpenting, jangan lupa untuk selalu
memperdengarkan suara-suara master tersebut
secara berkala (Feedback)
kepada burung andalan kita. Agar irama lagu
yang sudah ada tidak hilang dan menjadi
rusak. |
|
Pemilihan Bahan, Perawatan Harian, Perawatan
Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan
Perawatan Burung Mabung.
Untuk Burung Anis Merah (Punglor Merah),
Anis Kembang (Punglor Kembang), Murai Batu
(Murai Batu Aceh, Murai Batu Medan, Murai
Batu Lampung, Murai Batu Kalimantan, Murai
Batu Malaysia, Larwo), Kacer (Kacer Poci,
Kacer Hitam), Kenari, Cendet (Pentet, Toet),
Cucak Hijau (Cucak Ijo, Murai Daun), Love
Bird, Cucak Rowo (Cucak Rawa), Cucak
Jenggot, Kapas Tembak, Tledekan (Sulingan)
dan Trucukan. |
|
|
Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus
menunggu burung berkicau dalam keadaan
mabung atau berganti bulu. Burung berkicau
dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan
top form pun juga dapat dilakukan
pemasteran. Ada mitos yang mengatakan
pemasteran harus menunggu masa mabung.
Kita harus memperhatikan beberapa hal
penting agar pemasteran dapat optimal;
1. Waktu Efektif Pemasteran.
2. Mengkondisikan Burung yang akan di Master.
|
|
|
Sebelum memutuskan untuk memilih
dan membeli burung yang
akan dipelihara, ada beberapa hal
penting yang harus kita perhatikan.
Salah dalam memilih burung dan membeli
burung, dapat membuat kita
kecewa dan tentu saja kita tidak bisa menyalurkan
hobi dengan optimal. |
|
|
Penyebab flu
burung adalah virus influensa tipe A yang
menyebar antar unggas. Virus ini kemudian
ditemukan mampu pula menyebar ke spesies
lain seperti babi, kucing, anjing, harimau,
dan manusia. Virus influensa tipe A memiliki
beberapa subtipe yang ditandai adanya
Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9
varian H dan 14 varian N.
|
|
|
Pemasteran burung berkicau ialah proses
melatih untuk menirukan atau mendoktrin
burung berkicau dengan suara-suara lain,
agar dapat merekam dan menirukan suara-suara
lain yang kita perdengarkan. Suara-suara
lain tersebut antara lain suara burung
sejenis, suara burung lain dan suara-suara
lain yang kita inginkan. |
|
|
Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Saya sangat setuju dengan ungkapan pribahasa
tersebut. Hobi burung yang indah kadang
membuat penghobi menjadi stress apabila
burung kesayangannya jatuh sakit dan
berakhir pada kematian (mati).
|
|
|
Burung yang sepanjang hidupnya berada di
dalam sangkar, sangat perlu mendapatkan
perhatian dan perawatan extra. Menurut
penelitian dan pengalaman selama ini, ada
beberapa tempat yang berpotensi menjadi
tempat tumbuh kembangnya jamur di sekitar
burung tersebut. |
|
|
Ada cerita menarik dari pak Made untuk
saya dan mungkin juga untuk teman-teman
breeder lain di Indonesia. Cerita
menariknya adalah; Tentang seorang gadis
cantik yang berniat menikahi seorang
professor dengan alasan agar anak
keturunannya kelak akan cantik seperti
ibunya dan pintar serta cerdas seperti
bapaknya. |
|