|

70% KUALITAS BURUNG...
ANDA SENDIRI YANG
MENENTUKANNYA
|
|
|
 |
Bagaimana mengetahui dan menentukan kualitas
Burung?
Pada
pertengahan tahun 2006, saya pernah
memperkenalkan hasil riset dan penelitian
saya tentang
rumus
faktor yang menentukan kualitas burung.
Hasil riset ini disambut positip oleh
rekan-rekan penghobi burung yang sadar
dengan beberapa kekeliruannya selama ini.
Karena banyak rekan-rekan penghobi burung
justru mengabaikan aspek penting yang
sebenarnya justru harus menjadi perhatian
serius. Alasan lainnya, masih banyak juga
penghobi burung yang masih berfikir dogmatis
tentang burung berkicau.
Dengan
menggunakan metode sampling rapidtest dan
metode konvensional yang dimulai sejak tahun
1991 sampai sekarang di beberapa tempat.
Objek riset yang saya gunakan adalah jenis
burung-burung yang paling banyak digemari,
seperti burung:
Murai Batu (Murai Batu Medan, Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Burung Murai Batu
Lahat, Murai Batu Jambi dan Murai Batu Kalimantan Borneo),
Kacer (Kacer Poci, Kacer Hitam, Kacer
Kalimantan), Anis Merah (Punglor Merah),
Anis Kembang (Pungor Kembang), Kenari, Cucak
Hijau (Cucak Ijo), Cendet (Pentet), Tledekan
(Sulingan) dan Cucak Rowo (Cucak Rawa).
Hasil riset dan
penelitian saya menghasilkan suatu rumusan
tentang bagaimana menghasilkan dan mencetak
burung berkicau yang berkualitas:
Rumus : Quality = 70% Human + 30% Bird
Kualitas Burung
Berkicau ditentukan
2
Aspek Penting, yaitu:
1.
Aspek Polesan (oleh manusia, yaitu
pemilik atau perawatnya) akan menentukan
maksimal 70% dari kualitas burung itu
nantinya.
Meliputi:
A.
Identifikasi atau Kenali Karakter Burung.
Karakter setiap individu burung tidak akan
pernah sama persis, kenali dan pahami
baik-baik karakter dari calon jawara milik
anda. Ini faktor terpentingnya! Karena
dengan mengetahui karakternya secara tepat,
akan semakin mudah kita mengatur dan
mengoptimalkan kemampuan dari burung
tersebut.
B. Pola Perawatan yang Baik dan
Konsisten. Mulai dari perawatan harian,
perawatan pra lomba dan perawatan pasca
lomba.
C.
Pelatihan Phisik, yaitu mengumbar di
kandang sport atau kandang umbaran dan
penjemuran rutin yang tepat.
D.
Pengaturan Menu Pakan yang Tepat dan
Seimbang (pakan utama, extra fooding,
Multivitamin dan Mineral). Disini kita
memang dituntut untuk memahami karakter
fisiologis dari masing-masing burung. Karena
dengan komposisi yang tepat dan seimbang,
kemampuan burung akan dapat kita optimalkan.
Sangat mustahil kita bisa menyediakan
pasokan pakan persis seperti di habitat
aslinya, tetapi dengan ketersediaan pakan
buatan (voer) yang telah diramu sedemikian
rupa, hal ini bukanlah suatu masalah.
E.
Melatih mental.
Burung yang jinak belum tentu memiliki
mental tempur yang baik, begitu juga
sebaliknya. Burung yang sedikit liar belum
tentu memiliki mental tempur yang kurang
baik. Dalam hal ini, sangat banyak cara
untuk melatih mental, antara lain:
mengisolasinya untuk beberapa waktu,
mengatur secara tepat tingkat birahi dan
latihan mental lewat di trek dengan burung
sejenis yang kemampuannya lebih rendah.
Jangan pernah memaksakan burung yang belum
siap untuk diadu atau ditrek dengan burung
yang lebih tua umurnya dan lebih gacor.
Karena akan membuat mental burung tersebut
menjadi down dan menjadi stress. Hal ini
akan membuat permasalahan baru yang mungkin
akan lebih rumit.
F. Kemampuan beradaptasi. Yaitu
melatih kemampuan burung untuk dapat
beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan
yang baru. Dalam waktu-waktu tertentu
usahakan burung tersebut selalu ditempatkan
di tempat yang ramai dan suasana tempat yang
baru. Sehingga burung akan sangat terbiasa
dengan segala perubahan suasana
disekitarnya. Tujuannya adalah agar burung
terbiasa dan dapat beradaptasi dengan cepat.
G.
Pemasteran yang Tepat. (Jangan pernah
mengabaikan point ini. Karena baik apa
tidaknya burung tersebut berkicau, sangat
tergantung dari pemasteran yang selama ini
telah kita lakukan)
Ada 2 hal
penting yang harus diperhatikan dalam
pemasteran burung, yaitu:
-
Kesesuaian irama lagu dan frekuensi
antara suara master dengan burung yang
akan dimaster. Ketidaksesuaian suara
master dengan burung akan menyebabkan
lagu yang fals dan tidak enak didengar.
Sangat baik apabila dapat mengikuti
trend irama lagu yang ada. Misalnya
Tonjolan dan tembakan yang sedang
digandrungi pada saat ini adalah
tonjolan dengan speed rapat divariasikan
dengan irama lagu dan ngeroll.
-
Variasi
irama lagu yang mewah.
Yang dimaksud irama lagu yang mewah
disini bukanlah suara tonjolan yang
keras, tetapi suara-suara master yang
memiliki variasi speed yang selaras
dengan irama lagu yang memiliki cengkok
dan mengalun.
2.
Aspek Materi Dasar (yaitu individu
dari burung itu sendiri). Akan menentukan
maksimal 30% dari kualitas burung itu
nantinya.
Meliputi:
- Karakter
irama lagu dan kemampuan membawakan lagu.
- Kerapatan speed irama lagu.
- Peak volume suara.
- Tebal tipisnya suara.
- Mental bawaan.
- Karakter bawaan.
Umumnya untuk hal-hal yang menyangkut materi
dasar, kita melihat dari dasar katuranggan
burung tersebut. Walaupun hal ini tidak
sepenuhnya 100% benar.
Ada beberapa acuan untuk pemilihan bahan
yang akan dipersiapkan di kancah lomba atau
kontes burung berkicau.
Pilihlah materi
dasar sebagai berikut:
- Burung dalam kondisi sehat. (Bulu
mengkilap, kedua sayap menutup rapat,
mata
tidak sayu dan gerakan burung lincah).
- Postur
tubuh seimbang (selaras),
proporsional dari paruh sampai ekor.
- Rajin
bunyi,
pilihlah materi dasar yang rajin bunyi
(minimal rajin ngeriwik).
- Memiliki
banyak variasi
irama lagu dan kerapatan speed irama lagu
yang baik.
(Perhatikan panjangnya paruh, letak posisi
lubang hidung pada pangkal paruh,
pilihlah
paruh yang lebih panjang dan posisi lubang
hidung yang mendekati
pangkal
kepala).
- Memiliki
volume
suara tebal dengan peak volume suara diatas
rata-rata.
(Perhatikan komposisi besarnya pangkal
paruh, tebal paruh dan panjang
pendeknya leher).
- Memiliki
mental tarung yang baik,
pilihlah yang mempunyai sifat fighter
tinggi.
(Bisa dikenali dengan ciri-ciri mata besar
melotot, ukuran kepala lebih
besar,
posisi kaki bila berdiri sedikit
menggangkang dan jari-jari mencengkram
kuat
pada tangkringan)
- Memiliki
tingkat
kecerdasan yang tinggi. (Bisa dikenali
dengan pengamatan
pada
tingkah laku burung; lebih lincah dan
responsif , bagian pupil matanya
bersih
dan ukurannya lebih besar).
Bagaimana
dengan anda..?
Anda mau
burung-burung anda berkualitas baik
dan selalu
berprestasi?
Ikuti Rumus
berikut:
70% Aspek Polesan +
30% Aspek Materi Dasar
Selamat
mencetak Burung Berkicau Jawara..!
Jadilah
Pemenang..!
Salam
Kicaumania...
IRVAN SADEWA,
Smart Mastering Indonesia (CEO)
(Bagikan dan
perbanyak informasi penting ini kepada
rekan-rekan penghobi burung lainnya. Mari
majukan Dunia Burung Berkicau di Tanah Air)
Artikel tentang Burung Berkicau
|