|
|
|
|
|
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
Smart Mastering
on Facebook Fan Page
|
|
 |
 |
Jenis
burung sangat banyak dan bervariasi, mulai dari
burung kolibri
yang kecil mungil, hingga
burung unta yang lebih tinggi dari
manusia. Menurut data
yang ada selama ini, diperkirakan
terdapat sekitar 8.800-10.200
spesies
burung
di seluruh dunia. Dan lebih dari 1.500 jenis
(spesies) ada
di Indonesia.
Burung
termasuk ke dalam anggota kelompok
hewan bertulang
belakang (vertebrata)
yang memiliki bulu
dan sayap.
Fosil tertua
burung ditemukan di
Jerman dan dikenal sebagai
Archaeopteryx.
Semua
jenis
burung ini secara ilmiah digolongkan ke
dalam kelas Aves.
Evolusi
dan Morfologi Burung
Walaupun burung
termasuk hewan berdarah panas, menurut sejarahnya,
burung berkerabat dekat dengan keluarga reptil. Bersama
kerabatnya terdekat, suku Crocodylidae alias
keluarga buaya,
burung membentuk kelompok hewan yang disebut
Archosauria.
Diperkirakan
burung berkembang
dari sejenis reptil di masa lalu, yang
memendek cakar
depannya dan tumbuh bulu-bulu yang khusus di
badannya. Pada awalnya, sayap
primitif yang
merupakan perkembangan dari cakar depan itu
belum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh
terbang, dan hanya membantunya untuk bisa
melayang dari suatu ketinggian ke tempat
yang lebih rendah.
Burung masa
kini telah berkembang sedemikian rupa
sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh,
dengan perkecualian pada beberapa jenis yang
primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap,
telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan
bersusun rapat.
Bulu-bulu ini juga bersusun
demikian rupa sehingga mampu menolak air,
dan memelihara tubuh burung tetap hangat di
tengah udara dingin. Tulang belulangnya
menjadi semakin ringan karena adanya
rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap
kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh
membesar dan memipih, sebagai tempat
perlekatan otot-otot terbang yang kuat.
Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh
paruh ringan dari zat
tanduk.
Kesemuanya itu
menjadikan burung menjadi lebih mudah dan
lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi
berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan
jenis burung dapat ditemukan di
hutan-hutan
tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari
tepi pantai
hingga ke puncak-puncak
pegunungan.
Burung juga ditemukan di rawa-rawa,
padang rumput,
pesisir pantai,
tengah lautan,
gua-gua batu,
perkotaan, dan
wilayah kutub.
Masing-masing jenis beradaptasi dengan
lingkungan hidup dan makanan utamanya. Maka
dikenal berbagai jenis burung yang
berbeda-beda warna dan bentuknya. Ada yang
warnanya cerah cemerlang atau hitam legam,
yang hijau daun, coklat gelap atau burik
untuk menyamar, dan lain-lain.
Ada yang
memiliki paruh kuat untuk menyobek daging,
mengerkah biji buah yang keras, runcing
untuk menombak ikan,
pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk
menangkap serangga
terbang, atau kecil panjang untuk mengisap
nektar. Ada
yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram
mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali
tanah dan serasah, cakar berselaput untuk
berenang, cakar kuat untuk berlari dan
merobek perut musuhnya.
Fosil
Dinosaurus mirip dengan Burung ditemukan di
China
Beberapa
peneliti China telah menggali fosil
dinosaurus mirip burung dengan empat sayap
di China timur-laut, yang mereka duga adalah
penghubung yang hilang dalam evolusi
dinosaurus menjadi burung. Dalam satu
laporan di jurnal “Natureâ€, mereka
mengatakan mereka menemukan fosil
“Anchiornis huxleyiâ€, yang terpelihara
dengan baik dan berkeliaran di Bumi sekitar
160 juta tahun lalu, di satu wilayah geologi
di provinsi Liaoning di bagian timur-laut
China.
Fosil itu, yang
memiliki ukuran tubuh sebesar anak ayam,
memiliki total panjang tubuh kurang dari 50
centimeter dan tengkorak dengan panjang 6
centimeter, pata pemimpin peneliti Xing Xu
di Akademi Sains China di Beijing melalui
surat elektronik.
“Temuan ini
menunjukkan bahwa burung sangat mungkin
diturunkan dari sejenis dinosaurus
bersayap-empat yang berukuran kecil sekitar
160 juta tahun lalu,†kata Xu. “Ini adalah
penghubung antara theropod yang lebih khusus
(dinosaurus yang berkeliaran dengan dua
bagian belakang tubuh) dan burung. Hewan
tersebut hidup pada sekitar era yang sama
yang kami perkirakan bagi nenek-moyang
burung,†katanya.
Dalam satu
pernyataan, para peneliti itu mengatakan,
“Bulu panjang menutup lengan dan ekor, tapi
juga kaki, sehingga menunjukkan bahwa tahap
empat-sayap mungkin pernah ada dalam
peralihan ke burung.â€
Peralihan dari
dinosaurus ke burung masih belum terlalu
difahami akibat kurangnya fosil yang
terpelihara dengan baik, dan banyak ilmuwan
mengatakan dinosaurus mirip burung tampaknya
sangat terlambat dalam catatan fosil sebagai
nenek-moyang burung sesungguhnya.
Para peneliti
China tersebut percaya fosil itu adalah
dinosaurus mirip burung yang paling tua yang
sejauh ini dilaporkan, dan lebih tua
daripada Archaeoteryx, burung paling awal
yang pernah dikenal.
“Keberadaan
spesies seperti itu pada saat ini dalam
catatan fosil secara efektif memperdebatkan
argumen bahwa dinosaurus mirip burung muncul
sangat terlambat untuk menjadi nenek-moyang
burung,†tulis mereka.
Kebiasaan
Burung
Burung
berkembang biak dengan bertelur.
Telur burung
mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih
keras karena berkapur. Beberapa jenis burung
seperti burung maleo
dan burung gosong,
menimbun telurnya di tanah pasir yang
bercampur serasah,
tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat
sumber air panas. Alih-alih mengerami,
burung-burung ini membiarkan panas alami
dari daun-daun membusuk, panas matahari,
atau panas bumi menetaskan telur-telur itu;
persis seperti yang dilakukan kebanyakan
reptil.
Akan tetapi
kebanyakan burung membuat
sarang, dan
menetaskan telurnya dengan mengeraminya di
sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara
sederhana dari tumpukan rumput, ranting,
atau batu; atau sekedar kaisan di tanah
berpasir agar sedikit melekuk, sehingga
telur yang diletakkan tidak mudah terguling.
Namun ada pula jenis-jenis burung yang
membuat sarangnya secara rumit dan indah,
atau unik, seperti jenis-jenis
manyar alias
tempua, rangkong,
walet, dan
namdur.
Anak-anak
burung yang baru menetas umumnya masih
lemah, sehingga harus dihangatkan dan
disuapi makanan oleh induknya. Kecuali pada
jenis-jenis burung gosong, di mana anak-anak
burung itu hidup mandiri dalam mencari
makanan dan perlindungan. Anak burung gosong
bisa segera berlari beberapa waktu setelah
menetas, bahkan ada pula yang sudah mampu
terbang.
Jenis-jenis
burung umumnya memiliki ritual berpasangan
masing-masing. Ritual ini adalah proses
untuk mencari dan memikat pasangan, biasanya
dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis
tertentu, seperti burung
merak dan
cenderawasih,
jantannya melakukan semacam tarian untuk
memikat si betina. Sementara burung manyar
jantan memikat pasangannya dengan memamerkan
sarang setengah jadi yang dibuatnya. Bila si
betina berkenan, sarang itu akan dilanjutkan
pembuatannya oleh burung jantan hingga
sempurna; akan tetapi bila betinanya tidak
berkenan, sarang itu akan dibuang atau
ditinggalkannya.
Burung dan
Manusia
Burung telah
memberikan manfaat luar biasa dalam
kehidupan manusia. Beberapa jenis burung,
seperti ayam,
kalkun,
angsa dan
bebek telah didomestikasi
sejak lama dan merupakan sumber protein yang
penting; daging maupun telurnya.
Di samping itu,
orang juga memelihara burung untuk
kesenangan dan perlombaan. Contohnya adalah
burung-burung merpati,
perkutut,
murai batu dan
lain-lain. Burung-burung
elang kerap
dipelihara pula untuk gengsi, gagah-gagahan,
dan untuk olahraga berburu. Banyak jenis
burung telah semakin langka di alam, karena
diburu manusia untuk kepentingan perdagangan
tersebut. Selain itu
populasi burung juga terus menyusut
karena rusaknya habitat burung akibat
kegiatan manusia. Oleh sebab itu beberapa
banyak jenis burung kini telah dilindungi,
baik oleh peraturan internasional maupun
oleh peraturan Indonesia. Beberapa
suaka alam dan
taman nasional
juga dibangun untuk melindungi burung-burung
tersebut di Indonesia.
Yang
menyenangkan, beberapa tahun belakangan ini
telah tumbuh kegiatan pengamatan burung (birdwatching)
di kalangan pemuda dan pelajar. Kegiatan
yang menumbuhkan kekaguman dan kecintaan
pada jenis-jenis burung yang terbang bebas
di alam ini, sekaligus merintis kecakapan
meneliti alam (terutama kehidupan burung)
di kalangan generasi muda tersebut.
Jenis-jenis burung
-
Burung
Cenderawasih
-
Burung Jalak
-
Burung Kakatua
-
Burung Merak
-
Burung Merpati
-
Burung Murai Daun
atau Burung Cucak Hijau (Cucak Ijo)
-
Burung Perkukut
-
Burung Perenjak
-
Burung Ciblek
-
Burung Punai
-
Burung Merbah
-
Burung Pinguin
-
Burung Anis Merah
atau Burung Punglor Merah
-
Burung Anis
Kembang atau
Burung Punglor Kembang
-
Burung Cendana
atau Burung Punglor Cendana
-
Burung
Murai dan Burung Murai Batu
-
Burung
Tledekan atau
Burung Sulingan
-
Burung Kacer atau
Burung Magpie Robin
-
Burung
Cucak Rowo atau Burung Cucak Rawa
-
Burung Cendet atau
Burung Pentet
-
Burung Kenari dan
Burung jenis Finch
-
Burung Love Bird
atau Burung Lovebird
-
Burung
Kutilang
-
Burung
Cililin
-
Burung
Pelatuk
-
Burung Decu
-
Burung Walet atau
Burung Walit
-
Dan
lain-lain
Untuk membuat
burung peliharaan rajin berkicau, sehat, dan
bulu-bulunya mengkilat, maka dapat dilakukan
hal-hal sebagai berikut:
Pakan
Burung (Makanan Burung)
-
Burung
tangkaran banyak yang berasal dari alam,
ataupun yang berasal dari anakan
peternak. Bagi burung yang merupakan
tangkapan dari alam, biasanya mereka
agak liar, sehingga pola makan mereka
lebih cenderung ke extra fooding
(makanan-makanan hidup), bagi burung
yang telah jinak biasanya mereka mau
memakan poer/voer. Poer/Voer banyak yang
dijual di pasaran, yang populer di
Indonesia biasanya adalah merk Phoenix,
Fancy, and Gold Coin. Selain itu,
terdapat banyak pula merk-merk yang
lain.
Perawatan
Burung di pagi hari
-
Kandang
burung dikeluarkan ke teras rumah
(diangin-anginkan). Akan lebih bagus
jika digantung menghadap ke matahari
terbit sambil membersihkan kandang dari
fesenya kemudian berikan 2-3 ekor
jangkrik yang sudah dibersihkan kakinya
dan sayapnya ditambah kroto telur semut
yang bersih sekitar 1 sendok teh.
Kemudian mandikan Burung pada pukul
07.30.
-
Burung
dapat disemprot menggunakan sprayer
halus untuk membuat bulunya mengkilat.
Sprayer tersebut dapat dicampur dengan
air rebusan daun
sirih atau shampo burung (biasa
disebut Avi Shampoo) yang dijual umum di
kios. Atau masukan wadah kecil yang di
isi air bersih (dijual di kios juga).
Apabila burungnya sudah terlatih, burung
dapat dimasukan kekandang mandinya atau
biasa disebut keramba mandi.
-
Setelah
dibersihkan kandangnya dan dimandikan,
kandang dan burungnya dapat dijemur
dibawah matahari dari pukul 09.30 sampai
dengan pukul 10.00. Kemudian angkat
kandang burung dan gantung pada tempat
yang teduh serta jauh dari aktivitas
manusia agar burung tersebut bernyanyi/
berkicau.
Perawatan
Burung di sore Hari
(sekitar pukul 16.00)
-
Lakukan
sama seperti perawatan pagi hari. Burung
diberikan makanan tambahan, dimandikan
kemudian dijemur kembali sampai
bulu-bulunya kering.
Perawatan
Burung di malam hari
-
Masukan
kandang burung ke tempat yang tenang
atau jika digantung di luar rumah
(teras), kandang harus dikerudung dengan
kain agar burung tidak digigit nyamuk.
(Sumber: id.wikipedia.org dan Antara)
TIPS PERAWATAN BURUNG, CARA
MERAWAT BURUNG
DAN PEMASTERAN BURUNG
Anis
Merah
Anis
Kembang
Murai
Batu
Kacer
Cucak
Hijau
Cucak
Jenggot
Cucak
Rowo
Kenari
Cendet
Lovebird
Tledekan
Trucukan

Apakah artikel ini menarik?
Mohon bantuannya untuk share
ke teman-teman Kicaumania lain di FACEBOOK
dengan meng-klik
Terima kasih.

|
Smart
STAMINO

Smart
STAMINO adalah suplemen stamina khusus
untuk Burung Lomba. Dibuat untuk
memenuhi keinginan para Pelomba Burung
yang ingin burung jawaranya selalu
tampil maksimal dengan stamina yang
tinggi di Lomba Burung.
Perpaduan dari beberapa
Asam Amino Esensial, Vitamin dan
Mineral
khusus yang menjadikan kondisi fisik
burung jadi lebih sehat, sehingga burung
jadi rajin berkicau dengan stamina
tinggi. |
|
|
|
|
|
|

|
Smart
Vita Brain - NHB
(Natural Hormone
Balancing)
Suplemen Hormon,
Vitamin, Mineral dan Omega 3
yang diracik khusus untuk semua
jenis
burung berkicau.
Mengatasi masalah burung macet berkicau,
suara burung serak, burung drop/lesu/malas
berkicau, burung mabung/ngurak tidak
sempurna, berkicau kurang ngotot, burung
kurang gacor, dan lainnya.
Dengan
Smart NHB, performa
burung jadi meningkat, lebih
sehat dan burung
jadi tambah cerdas. |
|
|
|
|
|
|
|

|
Smart
Supervit
Sehat saja tidak cukup.!! Smart
Supervit adalah Vitamin dan
Mineral yang diracik khusus untuk
burung berkicau.
Membuat stamina dan kondisi
burung selalu sehat dan prima, suara burung jadi lebih
kristal, volume suara lebih lantang
dan lagu burung jadi lebih panjang. |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Artikel tentang Burung Berkicau
Teroboson baru dalam dunia terapi
perawatan burung
dan pemasteran
burung berkicau
Smart Mastering
adalah kompilasi
Suara Burung
Master
dan Modul Suara Terapi untuk burung
yang dikemas dalam bentuk
CD Audio (CDDA Mode 2),
bentuk
Flash Disk dan
Mesin Master All in One.
Dirancang khusus untuk Burung Berkicau.
Bermaterikan banyak
variasi isian,
irama lagu,
trecetan,
tonjolan
dan
macam-macam jenis suara burung master yang
paling banyak dicari penghobi burung.
|
 |